4 Cara Mengatasi Diare Pada Anak Balita

Saat diare, keseimbangan air dan garam di dalam tubuh balita menjadi terganggu. Hal ini akan memicu dehidrasi. Selain itu, bawalah balita ke dokter jika mengalami muntah, lesu, tinja berwarna hitam atau merah mengandung darah. Berikut 4 cara mengatasi diare pada anak balita yang bisa Anda lakukan.

Tingkatkan Konsumsi Cairan

Meningkatkan konsumsi cairan adalah obat diare yang paling penting untuk balita. Tujuannya adalah untuk mencegah buah hati Anda mengalami dehidrasi. Anda harus sering meminumkan beberapa teguk cairan kepada si kecil dengan intensitas sesering mungkin walaupun si kecil mengalami gejala muntah.

Memberi minum walaupun buah hati Anda mengalami gejala muntah lebih baik daripada tidak ada cairan sama sekali yang masuk. Anda juga harus menghindari mengkonsumsi jus buah atau minuman bersoda yang akan memperburuk diare pada anak Anda.

Selain itu, jika buah hati Anda mengalami diare namun tetap aktif mengonsumsi ASI maka teruskanlah. Hal tersebut akan membantu mencukupi kebutuhan cairan pada tubuh anak. Anda tidak perlu takut memberikan ASI kepada anak Anda yang sedang mengalami diare.

Cairan Rehidrasi Oral

Memberikan cairan rehidrasi oral atau lebih dikenal dalam masyarakat oralit merupakan program kesehatan nasional pada anak balita yang mengalami diare. Cairan oralit sendiri merupakan cairan yang mengandung air serta elektrolit yang dikemas secara khusus.

Cairan oralit berguna untuk mencegah dan mengatasi dehidrasi saat diare. Pemberiannya sendiri dapat dilakukan secara teratur bersamaan dengan pemberian makanan bayi seperti ASI, susu formula, maupun makanan pendamping lainnya.

Konsumsi Makanan Bergizi

Berikan makanan yang disajikan secara segar, baik yang dimasak, ditumbuk maupun digiling jika anak Anda telah berusia enam bulan atau lebih di mana dia sudah mengkonsumsi makanan padat.

Makanan yang disarankan salah satunya adalah sereal atau bisa juga makanan lainnya yang mengandung zat tepung dicampur dengan sayuran, kacang-kacanga, atau daging dan ikan. Untuk menambah cita rasa pada lidah balita, Anda juga bisa menambahkan 1 hingga 2 sendok teh minyak sayur dalam setiap sajian.

Perawatan Rumah Sakit

Jika anak Anda menunjukkan tanda-tanda darurat seperti balita mengalami muntah, lesu, tinja berwarna hitamĀ  atau merah mengandung darah, Anda harus segera membawa buah hati Anda ke Rumah Sakit atau layanan kesehatan lainnya. Ketika dirawat di rumah sakit, buah hati Anda akan diinfus untuk menjaga cairan tubuhnya.

Dokter juga akan memberikan antibiotik atau anti parasit yang mengatasi sumber penyebab diare pada anak. Pemberian oralit dan tablet ZINC juga akan diberikan sesuai dengan dosis yang ditetapkan oleh dokter anak Anda.

Itulah cara mengatasi diare pada anak balita dengan cepat dan tepat. Walaupun terlihat ringan, penanganan yang cepat dan dan tepat akan menjaga kondisi buah hati Anda ketika mengalami diare. Kunjungi situs resmi ORAMI di www.orami.co.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *