Alasan Mauricio Pochettino Menjadi Pelatih Manchester United Selanjutnya

Berdasarkan berita dari media-media Inggris seperti Daily Mail dan The Sun, Mauricio Pochettino menjadi calon terkuat pelatih Manchester United selanjutnya. Dalam waktu dekat dikutip dari iosappers.com, Manchester United diprediksi segera memecat pelatihnya saat ini, Ole Gunnar Solskjaer dan Pochettino dianggap bisa menggantikan posisi tersebut karena kecapakannya dalam melatih sepak bola. Lantas apa saja yang menjadi alasan Pochettino layak untuk menjadi pelatih Manchester United selanjutnya?

1. Jago melakukan pertahanan rapat

Titik lemah dari Manchester United pada musim ini adalah pertahanan. Pada Liga Inggris 2020-2021 merupakan musim terburuk bagi mereka karena kemasukan 11 kali. Mereka hanya unggul dari West Bromwich Albion (WBA) yang saat itu kebobolan 13 kali.

Melakoni empat pertandingan di musim ini, gawang David de Gea kebobolan lebih banyak. Namun, masalah ini dapat diatasi oleh Pochettino ketika menangani Tottenham Hotspur. Ia membuat pertahanan The Lilywhites sulit untuk ditembus. Bahkan pada Liga Inggris 2016-2017, gawang Tottenham keluar sebagai tim dengan kebobolan paling sedikit, yaitu sebanyak 26 kali.

2. Sering mengorbitkan pemain-pemain muda berkelas

Menjadi pelatih yang jago dalam mengorbitakan pemain-pemain muda, Pochettino mengorbitkan Harry Kane dan Dele Alli saat ia menangani Tottenham dari 2014-2019. Kedua pemain muda tersebut diorbitkan Pochettino untuk menjadi pemain persepakbola berkelas. Tidak hanya menjadi andalan Tottenham, Kane dan Alli saat ini juga menjadi andalan bagi Timnas Inggris.

Melakukan hal yang sama kepada Manchester United, Pochettino akan mengorbitkan pemain muda bertalenta seperti Mason Grenwood dan 2 pemain yang baru saja direkrut, yaitu Amad Traore dan Facundo Pallestri.

3. Memiliki Pola Permainan Menyerang

Pochettino dikenal sebagai pelatih yang memiliki pola permainan menyerang dengan formasi andalannya 4-2-3-1. Dibuktikan saat ia menangani Tottenham pada Liga 2016-2017, The Lilywhites keluar sebagai tim tertajam Liga Inggris dengan 86 koleksi gol.

Pola permainan menyerang ini juga akan diterapkan Pochettino jika ia menjadi pelatih Manchester United selanjutnya, sebab saat ini tim ini memiliki pemain-pemain tajam seperti, Bruno Fernandes, Marcus Rashford, Anthony Martial, dan pemain baru Edinson Cavani.

4. Banyak mengandalkan pemain latin

Dikenal gemar mengandalkan pemain-pemain latin, Pochettino mengandalkan pemain asal Amerika Selatan, Erik Lamela, Lucas Moura, dan Davinson Sanchez saat menangani Tottenham. Kegemaran ini bisa diterapkan pada Manchester United yang saat ini memiliki banyak pemain latin seperti Sergio Romeo (Argentina), Marcos Rojo (Argentina), Fred (Brasil), Edinson Cavani (Uruguay), dan Facundo Pallestri (Uruguay).

5. Membuat pencapaian luar biasa ketika diberikan dana melimpah

Mantan pelatih Southampton ini mengantarkan Harry Kane dan kawan-kawannya lolod ke final Lia 2018-2019 dengan dana yang diberikan pada bursa transfer musim panas 2018. Hal ini bisa terjadi serupa pada Machester United karena Pochettino bisa berkreasi dengan dana yang didapatkan untuk belanja pemain yang diberikan di setiap bursa transfer musim panas, yaitu sejumlah 150 juta pounds (R 2,87 triliun).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *