Lakukan Ini Agar Tidak Terjebak Pada Aplikasi Pinjaman Uang Online

Banyak yang mengatakan, bahwa aplikasi pinjaman uang online bisa bikin ketagihan karena kita bisa dapat uang cepat dalam waktu singkat. Alih-alih digunakan untuk kebutuhan darurat, aplikasi pinjaman uang online malah kerap dipakai untuk memenuhi hal yang sifatnya konsumtif seperti belanja atau beli gadget baru.

 

Ujung-ujungnya, yang terjadi malah pakai lebih dari satu aplikasi pinjaman untuk menutup utang di aplikasi lainnya dan jadi menambah masalah hidup. Jangan sampai kamu jadi salah satunya. Yuk lakukan hal-hal ini agar keuangan lebih stabil dan nggak tergoda coba-coba banyak aplikasi pinjaman online.

 

Atur keuangan secara ketat lewat anggaran bulanan

 

Ada istilah yang mengatakan bahwa uang itu ibarat air yang mengalir dan cepat sekali habis tanpa tau ke mana arahnya. Istilah ini nggak bakal berlaku apabila kamu punya anggaran bulanan rutin yang dibuat tiap bulan untuk mengatur semua pemasukan dan pengeluaran. Kalau kamu kerap merasa penghasilan cepat sekali habis padahal hari gajian berikutnya masih lama, itu bisa jadi tanda bahwa selama ini kamu tidak punya perencanaan keuangan yang baik.

 

Tidak punya perencanaan keuangan akan berpotensi membuat kamu tergiur mendapat uang cepat dari aplikasi pinjaman online. Maka, dari sekarang, waktunya kamu untuk mulai mencatat pemasukan serta alokasinya untuk kebutuhan hidup selama satu bulan. 50% dari penghasilan perlu dialokasikan untuk kebutuhan primer yang mencakup uang makan, transport, sewa tempat tinggal, listrik, air, dan asuransi kesehatan. 30% untuk kebutuhan hiburan seperti traveling, hangout, dan bayar cicilan (jika ada). Dan 20%-nya lagi untuk kebutuhan tabungan serta investasi.

 

Apabila sudah membuat anggaran bulanan, usahakan patuh pada anggaran tersebut. Jangan menggunakan uang untuk hal-hal yang tidak ada dalam catatan anggaran.

 

Cari sumber pemasukan lain selain gaji

 

Kebutuhan makin banyak tapi penghasilan segitu-gitu aja? Mungkin sekarang waktunya kamu mencari sumber pemasukan lain. Banyak cara yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan memulai bisnis kecil-kecilan seperti misalnya, jual pulsa, paket data, atau token PLN. Tidak butuh modal banyak untuk jualan atau jadi agen pulsa, sebab saat ini banyak aplikasi agen yang bisa kamu download dan gunakan secara gratis.

 

Meski jadi agen pulsa margin keuntungannya tipis, tapi kalau dijalani dengan giat dan perencanaan yang matang, lama kelamaan keuntungan yang kamu dapat bisa jadi berkali-kali lipat. Sebab, jenis bisnis ini adalah bisnis yang pangsa pasarnya sudah tersedia dan kebutuhannya nggak bakal pernah habis.

 

Jangan terlalu sering beli barang konsumtif secara kredit

 

Di satu sisi, adanya fasilitas kredit bisa membantu kita mendapat barang idaman yang harganya lumayan mahal, dalam waktu cepat tanpa perlu menunggu tabungan cukup. Beban keuangan juga jadi lebih ringan dengan tempo angsuran yang panjang. Tapi, di sisi lain, kredit barang juga berpotensi bikin ketagihan. Kalau sudah kredit satu barang, biasanya bakal muncul keinginan untuk kredit barang lainnya yang sebenernya nggak butuh-butuh amat.

 

Selain tidak punya anggaran keuangan, terlalu sering beli barang konsumtif secara kredit juga berpotensi bikin kamu lebih mudah tergoda pada aplikasi pinjaman online. Mau beli ini itu, uangnya belum ada, lalu apply ke pinjaman online. Apalagi saat ini, ada beberapa aplikasi pinjaman online yang fungsinya juga bisa untuk kredit barang, seperti Kredivo. Kalau nggak pintar-pintar mengontrol kemauan, bisa-bisa penghasilan kamu malah habis untuk nutup angsuran barang kreditan aja.

 

Mengingat bahwa aplikasi pinjaman uang online hanya alat, bukan uang cadangan yang bisa digunakan semaunya

 

Seperti halnya kartu kredit, aplikasi pinjaman uang online hanya alat bantu, bukan dana cadangan yang bisa kamu ajukan dan gunakan kapan saja. Selayaknya alat bantu yang sifatnya terbatas, aplikasi pinjaman online harus digunakan dengan bijak dan bukan jadi penopang biaya kehidupan sehari-hari. Pengajuan pinjaman ke aplikasi pinjaman online harus dibarengi dengan perencanaan keuangan yang matang terutama soal pembayarannya.

 

Apabila kondisinya sudah terlalu mendesak, boleh aja pakai aplikasi pinjaman uang online, tapi usahakan untuk cermat dan memilih yang suku bunganya rendah. Ini agar beban keuanganmu nantinya tidak malah jadi bertambah berat. Sebagai informasi, saat ini sebagian besar aplikasi fintech pinjaman online menerapkan suku bunga mulai dari 1% per hari. Artinya, total suku bunga yang harus kamu bayar bisa mencapai 30% dari total pinjaman yang cair. Kok tinggi banget? Ya memang inilah salah satu risiko dari pinjaman uang yang cairnya cepat.

 

Tapi, ada juga kok fintech yang masih manusiawi dan bahkan menerapkan suku bunga yang paling rendah dan setara dengan perbankan. Kamu bisa pakai Kredivo. Dengan suku bunga 2,95% aja per bulan, Kredivo menawarkan dua jenis pinjaman: pinjaman mini dan pinjaman jumbo dengan jumlah pengajuan minimal Rp 500 ribu dan tenor pengembalian mulai 30 hari, 3 bulan, dan maksimal 6 bulan.

 

Limit yang ditawarkan Kredivo untuk pengguna maksimal bisa mencapai Rp 30 juta. Selain bisa dicairkan jadi pinjaman tunai, limit ini juga bisa dipakai untuk kredit barang s.d 12 bulan di 250 lebih e-commerce ternama di Indonesia seperti Shopee, Lazada, Bukalapak, dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *