Pengalaman Naik Bus Eka Mira Lamongan – Surabaya

Liburan lebaran tahun kemarin sebenarnya lebih dari seminggu, tetapi karena beberapa hari pertama tubuh saya terasa kurang fit, jadi saya tidak kemana mana, hanya beberapa hari kemudian ke rumah Mbah yang ada di Lamongan juga. Dirumah mbah 2 hari, setelah itu ada ide untuk ke Surabaya, karena famili saya ada disurabaya sejak tugas memindahkannya ke Surabaya. Jadi sementara keluarga yang dilamongan berkumpul ke Surabaya, mereka semua bermain bersama ke tempat baru dan juga wisata baru yang sebelumnya belum pernah kami kunjungi. Saya sangat senang karena saya belum pernah menemukan wisata di Surabaya sebelumnya. Pada hari Kamis pagi (rencana untuk siap-siap subuh, tetapi molor sampai jam 9.00 pagi) kami berangkat sekeluarga. Sengaja memilih untuk naik bus sehingga keluarga saya tahu cara naik bus dan juga pesan tiket bus EKA Mira. Keponakan saya jarang (atau mungkin bahkan belum pernah) naik bus antarkota. Kalau saya sendiri sih sudah pernah beberapa kali jika ingin main ke Surabaya dengan teman. Kakak saya mengantar kami ke salah satu tempat makan, tempat bus Eka berhenti beristirahat, para penumpang makan lebih dulu karena memang sudah hampir waktu makan siang. Jika Anda ingin berkendara dari terminal Lamongan, Anda juga bisa melakukannya hanya  saja jika bus besar berhenti untuk waktu yang lama, jadi kami tidak terburu-buru jika ingin naik. Meskipun musim liburan, Alhamdulillah bus memiliki banyak kursi kosong. Jadi kita bisa duduk bersebelahan dengan keluarga.

Fasilitas tidak jauh berbeda dari bus Ekonomi (Mira, Dali Mas), karena bus ekonomi sekarang juga menggunakan AC. Perbedaannya adalah bahwa kursinya lebih lembut, air minum mineral dan penumpang tidak lebih dari kapasitasnya, dan juga bus Eka tidak melewati kota Mojokerto. Oh ya, ada yang lebih penting, drivernya kalau nyupir lebih lambat jadi lebih enak. Harga tiket bus Eka Mira Lamongan – Surabaya per penumpang adalah Rp20.000. Ini juga menjadi pengalaman pertama kakak dengan naik bus ke Surabaya. Biasanya Lamongan – Surabaya hanya 2 jam. Dia juga sangat senang, terutama dengan saya dan saudara lainnya. Karena takut macet dan sampainya akan lama, saya membawa persediaan nasi bungkus (selain camilan juga) dan pospak. Untungnya tidak ada keluarga yang mabuk, hanya emak saya yang bilang pusing sedikit. Kami turun di terminal Joyoboyo bus Eka Mira, Surabaya. Dan selanjutnya bisa ketemu family di Surabaya dan kita jalan-jalan keliling ke tempat wisata yang sekiranya keluarga saya belum pernah kesana, jadi hal ini menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi saya dan keluarga saya.

Jika ditanya puas atau belum tentu belum puas, tetapi pada hari Sabtu anak kakak harus kembali ke pondok, sehingga hari Jumat harus pulang untuk menyiapkan semua barang. Akhirnya jumat sore kami pulang. Tidak ada yang mengira itu akan menjadi akhir pekan yang panjang dan menyenangkan. Jadi kami tidak tahu bagaimana arus penumpang sore itu. Bahkan, emak saya sudah memperingatkan jangan sampai pulang kesorean, nanti sampai Lamongan tidak terlalu kemalaman karena memang juga takut ada kemacetan. Sebenarnya sih pengen juga liat Lumpur Lapindo yang sekarang, karena jaraknya dari Surabaya juga tidak terlalu jauh. Setelah duhur kami berangkat ke terminal Surabaya. Wow, nampaknya terminalnya berbeda dari tahun lalu, sudah dirombak. Jika sekarang Anda ingin memilih bus, Anda harus terlebih dahulu pergi ke lantai dua dan kemudian turun lagi di lokasi departemen masing-masing.

Sayangnya saya tidak memiliki foto-foto itu karena saya sedang terburu-buru. Kami berjalan menuruni tangga ke rute Lamongan. Penumpang jurusan lain sudah sibuk penuh. Dan saya bersyukur karena bus yang saya tumpangi ternyata tidak terlalu penuh. Tapi karena sambil nuggu penumpang lagi lama kelamaan juga makin nambah dan setelah dirasa cukup baru bus berjalan. Cukup menyenangkan meskipun begitu, dan rencana lebaran tahun ini juga akan ke rumah famili saya lagi, karena katanya sekarang tugasnya pindah ke Sidoarjo. Tapi niat utamanya adalah ingin mengenalkan kakak saya dan yang lain bagaimana naik bus, bagaimana kalau di bus, ya pasti ada kelebihan dan kekruangan tersendiri tapi bagaimana kita menyikapinya saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *