Selain Cegah Depresi, Produk Dari Ampas Tahu Dan Daun Bayam Ini Juga Berpeluang Menjadi Lahan Usaha

Depresi masih menjadi penyebab utama dari kesakitan dan disabilitas di dunia . Di Indonesia,  Prevelensi terjadinya depresi masih tergolong tinggi. Salah satu penyebab terjadinya depresi adalah penurunan kadar serotonin. Dalam kasus-kasus kekurangan serotonin, triptofan dapat mengembalikan kadar serotonin sehingga dapat  memperbaiki Depresi. Salah satu pemasok triptopan adalah kedelai.termasuk produk olahannya seperti tahu. Di Indonesia terdapat 84 ribu unit industri tahu dengan kapasitas produksi 2,56 juta ton per tahun. Namun sayangnya, industry tahu ini masih menyisakan limbah yang dapat mencemari lingkungan serta berbau busuk jika dibiarkan. Padahal ampas tahu ini masih memiliki kandungan gizi yang tinggi termasuk triptofan sebagai salah satu prekusor tingkat depresi.

 

Salah satu upayan yang dapat  dilakukan adalah dengan memanfaatkan ampas tahu sebagai antidepresan dengan fortifikasi daun bayam. Daun bayam dipilih karena memiliki multigizi serta kandungan asam folat dan vitamin B12 yang tinggi. Produk yang dapat diinovasikan adalah tepung karena tepung merupakan produk pangan yang sangat diminati dan sudah tak asing bagi masyarakat. Selain itu, tepung dapat didiversifikasikan dalam banyak olahan seperti biskuit, sereal, dan lainnya. Hal ini tentu memperbesar peluang produk tepung ampas tahu terfermentasi fortifikasi daun bayam dapat diterima dimasyarakat. Dengan pengolahan ampas tahu terfermentasi fortifikasi daun bayam ini selain diharapkan dapat memanfaatkan limbah ampas tahu juga dapat memberikan produk pangan yang sehat, bergizi terutama sebagai upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative pada gangguan depresi serta dapat menciptakan lahan wirausaha dan pekerjaan  sehingga dapat meningkatkan sumber pendapatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *